Pendidikan Karakter Nabawiah

Resensi  Buku

Judul : Pendidikan Karakter Nabawiah

Penulis : Abdul Kholiq

Penerbit : Mutiara Qur’an

Pendidikan terhadap diri dan keluarga adalah kewajiban setiap orang yang beriman kepada Allah ta’ala. Menjaga diri dan keluarga adalah dengan cara tarbiyah atau pendidikan, yaitu mendidik diri dan keluarga agar terhindar dari api neraka yang semua itu akan dimintai pertanggung jawabannya kelak di hadapan Allah ta’ala. Tujuan pendidikan haruslah selaras dengan tujuan diciptakannya manusia yakni : untuk beribadah kepada Allah dan sebagai khalifah di muka bumi.

Metode pendidikan adalah cara yang harus ditempuh untuk mencapai tujuan pendidikan. Bagaimanakah metode yang baik untuk mencapai tujuan pendidikan tersebut?. Imam Malik bin Anas berkata : “Tidak akan bagus akhir umat ini kecuali dengan cara yag telah membuat bagus umat sebelumnya “. Maka metode pendidikan pun harus mencontoh metode pendidikan generasi terbaik pada masa lalu(generasi shahabat radiyhiyallahu ‘anhum kemudian tabi’in, kemudian tabiut tabi’in).

Semua sisi kehidupan para sahabat dapat dijadikan metode pada pendidikan hari ini. Kehidupan seseorang pada hakekatnya adalah merupakan kumpulan aktivitas-aktivitas sepanjang hidupnya yang didasari oleh karakter yang dimilikinya maka untuk merumuskan metode yang baik harus digali karakter-karakter para sahabat tersebut. Karakter adalah setiap perbuatan atau aktivitas yang dilakukan oleh manusia tanpa diawali oleh proses berfikir, karena karakter ini sudah inheren merupakan sikap dan sifat yang melekat pada diri seseorang.

Contoh para tokoh generasi terbaik dan karekternya , diantarannya adalah  : Mushab bin Umar adalah seorang duta islam yang pertama, Salman Al-Farisi seorang pencari kebenaran, Mu’adz Bin Jabal cendekiawan muslim yang paling tahu halal haram, Hamzah bin Abdul Muthalib singa Allah dan panglima syuhada, Abu Hurairah : otaknya menjadi gudang perbendaharaan ilmu pada masa wahyu. Dan masih banyak lagi tokoh yang disebutkan di buku. Setelah dikaji siroh atau perjalanan hidup masing-masing sahabat radiyallahu ‘anhum maka didapati kesimpulan bahwa semua karakter para sahabat dapat dikelompokkan menjadi 3 yakni :

  1. Semua sahabat memiiki keimanan yang kuat.
  2. Semua sahabat adalah pembelajar yang tangguh tetapi gaya belajarnya berbeda-beda.
  3. Semua sahabat memiliki kinerja yang digunakan untuk berperan dalam peradaban, tetapi kinerja masing-masing sahabat berbeda-beda.

Maka kemudian dirumuskan bahwa materi pendidikan yang harus ditanamkan pada anak didik agar menjadi generasi terbaik pada jamannya adalah :

  1. Karakter Iman
  2. Karakter Belajar
  3. Karakter Bakat
  4. Karakter Perkembangan

Semua manusia yang terlahir di dunia ini kondisinya adalah dalam keadaan fitrah.

  1.  Setiap anak yang lahir tidak dalam keadaan kosong. Tetapi sudah dalam keadaan fitrah, yaitu dalam keadaan sudah Islam. Sudah diisi oleh Allah taa’la dengan karakter-karakter atau kecintaan kepada kebaikan-kebaikan.
  2. Adanya larangan merubah fitrah. Maka tugas pendidik adalah menjaga fitrah tersebut dari  penyimpangan-penyimpangan.
  3. Fitrah adalah jalan yang lurus menuju kepada kesuksesan yang hakiki.

Mendidik anak adalah seperti menumbuhkan benih agar menjadi pohon yang besar, yang dijaga, disiram, dipupuk , dirawat. Tidak dibentuk sekehendak hati. Diperlakukan sesuai dengan perkembangannya dan hasilnya baru bisa dilihat setelah sekian lama hingga menjadi pohon. Pendidikan bukanlah menjejalkan pengetahuan sebanyak mungkin kepada anak, tetapi pendidikan sejatinya adalah menumbuhkan dan membangkitkan potensi-potensi karakter yang sudah tertanam dalam diri anak sejak lahir agar mencapai peran sejati peradaban semulia-mulianya akhlak.

Fase perkembangan karakter anak

  1.  Usia 0-2, 2-7 thn : Masa emas pertumbuhan karakter Iman.

Pada fase ini sangat penting untuk menguatkan aqidah, menumbuhkan rasa kasih sayang , memperhatikan permainan, menghargai hasil karya anak dan menjadikan rasa aman kepada anak.

  • Usia 7-10 thn : Masa emas pertumbuhan karakter belajar.

Fase Tamyiz (fase tumbuh pikiran):

  1. Masa ini adalah masa emas pertumbuhan karakter belajar
  2. Sudah mulai diperintah untuk sholat.
  3. Otak kanan dan otak kiri sudah tumbuh dengan seimbang
  4. Sifat egosentris mulai mereda dan bergeser ke sosiosentris. Mereka sudah memiliki tanggng jawab sehingga mulai terbuka pada ekplorasi dunia di luar dirinya secara maksimal.
  • Usia 10-14 thn : Masa emas pertumbuhan karakter bakat.

Fase ini dinamakakan fase murahaqah yang merupakan fase persiapan masa baligh dan merupakan fase akhir dari fase permainan. Ini adalaha fase start up merupakan fase percepatan pembelajaran untuk persiapan terakhir menuju masa baligh.

  • Usia > 14 thn : Masa semua karakter telah tumbuh indah.

Didalam buku ini juga dibahas mengenai beberapa tipe kecerdasan dan gaya belajar yang berbeda-beda. Juga beberapa tipe karakter manusia dan pekerjaan yang bersesuaian dengannya. Yang menarik lagi juga adanya lembaran alat ukur  pemetaan sifat bakat dan alat ukur test karakter. Tools itu disajikan dengan memberikan beberapa penilaian pada  indikator-indikator yang telah disesuaikan  beserta skor penilaiannya, kita tinggal mengisi. Dengan itu kita bisa menilai sejauh ini bagiaman perkembangan karakter anak-anak kita. Pada bab Akhir buku ini juga disajikan bagimana cara recovery atau perbaikan karakter/tashih jika ternyata anak-anak kita karakter-karakternya belum berkembang sebagaimana idealnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *