Ketika Abi Ikut Mengaji, Pendidikan Keluarga Jadi Kian Kokoh

Alhamdulillāh, pada kajian parenting yang kemarin kami selenggarakan, suasana terasa berbeda sekaligus membahagiakan. Tidak hanya para ibu yang hadir, namun para ayah pun bersemangat untuk ikut duduk menimba ilmu. Pemandangan ini sungguh patut disyukuri, sebab sering kali peran ayah dalam dunia parenting dianggap “sekunder”, padahal sejatinya ia adalah tiang utama dalam pendidikan keluarga.

Ayah: Figur Teladan yang Dilihat Anak

Anak-anak sejak dini belajar bukan hanya dari apa yang mereka dengar, tetapi juga dari apa yang mereka lihat. Seorang ayah yang terbiasa menghadiri majelis ilmu, membaca, atau aktif mencari pengetahuan, secara tidak langsung sedang menanamkan pesan kuat kepada anak-anaknya: bahwa menuntut ilmu adalah kewajiban mulia yang tidak boleh berhenti.

Dalam sebuah hadits, Rasulullah ﷺ bersabda:
“Barang siapa menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan mudahkan baginya jalan menuju surga.” (HR. Muslim).
Hadits ini tidak hanya berlaku untuk para ulama atau penuntut ilmu formal, tetapi juga untuk setiap muslim, termasuk para ayah yang berperan sebagai imam keluarga.

Ilmu sebagai Bekal Membimbing Keluarga

Dengan ilmu, seorang ayah akan lebih bijak dalam mengambil keputusan, lebih tenang dalam menghadapi masalah rumah tangga, serta lebih terarah dalam mendidik anak-anak. Ilmu menjadi cahaya yang menuntun keluarga di tengah derasnya arus zaman.

Ketika seorang ayah hadir dalam kajian parenting, ia sebenarnya sedang:

  • Membekali diri dengan pemahaman agama dan psikologi anak.
  • Memberikan contoh nyata kepada anak-anaknya tentang pentingnya mencari ilmu.
  • Menguatkan peran ibu, karena pendidikan anak adalah kerja sama tim yang harmonis antara ayah dan ibu.

Menghidupkan Semangat Ilmu dalam Rumah

Bayangkan sebuah rumah di mana sang ayah rajin menghadiri kajian, lalu pulang dengan membawa nasihat yang ia praktikkan dalam keluarga. Anak-anak akan melihat keseriusan itu, dan perlahan mereka akan tumbuh dengan keyakinan bahwa mencari ilmu bukanlah kewajiban yang bisa ditunda, melainkan kebutuhan sepanjang hidup.



Kehadiran para ayah dalam kajian parenting bukan sekadar menghadiri acara, tetapi merupakan langkah besar untuk memperkokoh pondasi keluarga. Ayah yang terus menuntut ilmu akan lebih mudah menjadi teladan yang baik, dan anak-anak pun akan tumbuh meniru jejaknya.

Semoga semakin banyak ayah yang menyadari betapa pentingnya menuntut ilmu, sehingga lahirlah generasi qur’ani yang cerdas, berakhlak, dan berkarakter mulia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *