MATERI QUIZ ZIDNA ILMA (QUIZI) PEKAN 8

Kisah Singkat 9 Istri Nabi – Ustadz Dr. Firanda Nadirja, M. A. (Bagian 2)

Seperti yang telah dijelaskan pada Materi quiZI Pekan 7, bahwa Ummahatul mukminin jumlahnya 11 orang. Akan tetapi 2 orang diantaranya wafat ketika Rasulullah shallallāhu ‘alayhi wa sallam masih hidup. Dan 9 orang lainnya wafat ketika Rasulullah shallallāhu ‘alayhi wa sallam wafat. Berikut ini adalah lanjutan kisah Ummahatul Mukminin dari Materi QuiZI Pekan 7, yaitu:

  1. Hafsah bintu ‘Umar Al-Khaththab
    Hafsah menjadi Ummahatul Mukminin pada tahun ke 3H. Sebelumnya ia adalah istri dari Khunais bin Hudzafah as-Sahmi. Mereka hijrah 2x ke Habasyah. Khunais wafat karena terluka cukup parah setelah ikut perang Badr. Kerika suaminya meninggal, maka ‘Umar Al-Khaththab menawarkan putrinya setelah masa Iddah nya kepada para sahabatnya. Yang pertama ditawarkan adalah Utsman bin Affan untuk menikahi putrinya. Namun Utsman bin Affan menjawab, “Sepertinya saya belum mau menikah”. Kemudian dia menawarkan kepada Abu Bakr As-Siddiq, kemudian Abu Bakr hanya diam tidak menjawab. Dan kemudian Rasulullah shallallāhu ‘alayhi wa sallam pun melamar Hafsah. Hafsah dinikahi menjelang perang Uhud sekitar usia 20th, dan Rasulullah shallallāhu ‘alayhi wa sallam berusia sekitar 55 tahun.
    Dalam suatu hadist ada suatu kejadian Hafsah pernah di cerai oleh Rasulullah shallallāhu ‘alayhi wa sallam sebabnya tidak jelas. Akan tetapi pada saat Rasulullah shallallāhu ‘alayhi wa sallam mencerai Hafsah, Jibril datang menegur Rasulullah shallallāhu ‘alayhi wa sallam : “Kembalilah kepada Hafsah. Sesungguhnya dia adalah sering melakukan puasa sunnah dan solat malam, dan dia adalah istrimu di surga”. Hafsah adalah yang paling pencemburu.
    Hafsah wafat pada tahun 51H. Ia wafat pada usia 60th.

  1. Zainab bintu Khuzaimah
    Zainab merupakan Putri dari bibi Rasulullah shallallāhu ‘alayhi wa sallam. Zainab berasal dari keluarga Rasulullah shallallāhu ‘alayhi wa sallam. Suami sebelumnya adalah Abdullah bin Jabsy, yang wafat pada perang Uhud. Saat itu Abdullah berdoa kepada Allah agar mati dalam keadaan perut yang robek untuk Allah. Dan Allah pun mengabulkan. Abdullah wafat dalam keadaan perut yang robek di perang Uhud. Zainab ikut serta dalam perang Badr, Perang Uhud, untuk merawat orang-orang yang terluka. Menyediakan air dan makanan untuk mereka. Namun hidupnya hanya sekitar 3-6 bulan bersama Rasulullah shallallāhu ‘alayhi wa sallam.

  1. Ummu Salamah putri Abu Ummayah
    Abu Ummayah adalah tokoh Quraisy yang dihormati. Ia berasal dari Bani Makhzum. Sebelumnya Ummu Salamah adalah istri dari Abu Salamah ‘Abdullah bin ‘Abdol Asad. Beliau adalah sepupu dan saudara sepersusuan Rasulullah shallallāhu ‘alayhi wa sallam. Mereka berdua termasuk kelompok pertama yg masuk Islam dan berhijrah ke Habasyah dan ikut pula hijrah ke Madinah. Waktu hendak ikut suaminya hijrah , keluarga Ummu Salamah melarangnya untuk ikut. Maka Abu Salamah hijrah seorang diri. Setelah itu keluarga Abu Salamah dan keluarga Ummu Salamah memperebutkan Salamah hingga putus kedua tangan Salamah. Setelah itu Salamah dirawat Ummu Salamah. Selama setahun Ummu Salamah dirundung kesedihan, dan akhirnya ia diperbolehkan menyusul Abu Salamah ke Madinah. Di Madinah Abu Salamah wafat setelah perang Badr. Ummu Salamah sangat mencintai Abu Salamah, dan merasa sangat sedih. Karena Ummu Salamah merasa tidak ada lelaki yang lebih baik dari suaminya. Dia pun diajarkan doa oleh Rasulullah shallallāhu ‘alayhi wa sallam saat merasa sedih “ya Allah berikanlah pahala untuk musibahku, dan gantikanlah dengan yang lebih baik.” Dan Allah menjawab doanya dengan memberikan Rasulullah shallallāhu ‘alayhi wa sallam sebagai suaminya. Kemudian Rasulullah shallallāhu ‘alayhi wa sallam melamarnya, akan tetapi Ummu Salamah sempat mencoba menolak, karena merasa tidak terlalu tertarik dengan Rasulullah shallallāhu ‘alayhi wa sallam, sambil menyampaikan beberapa alasan: bahwa dia sudah tua, banyak anak dan dia sangat pencemburu. Kemudian Rasulullah shallallāhu ‘alayhi wa sallam menjawab bantahan dari Ummu Salamah bahwa Rasulullah shallallāhu ‘alayhi wa sallam berusia lebih tua dari Ummu Salamah. Anak-anak Ummu Salamah juga anak Rasulullah shallallāhu ‘alayhi wa sallam maka beliaupun akan mengurus nya. Dan Rasulullah akan berdoa kepada Allah untuk menghilangkan sifat cemburu Ummu Salamah. Dan Allah mengabulkan. Akhirnya Ummu Salamah menikah dengan Rasulullah shallallāhu ‘alayhi wa sallam.
    Beliau wafat pada tahun 61H di usia 90th. Beliau adalah Ummahatul Mukminin yang meninggal paling akhir.

  1. Zainab bintu Jahsy
    Zainab adalah putri dari bibi Rasulullah shallallāhu ‘alayhi wa sallam yaitu Umaimah bintu ‘Abdul Muthalib. Awalnya Zainab bernama Barrah kemudian Rasulullah shallallāhu ‘alayhi wa sallam mengganti namanya menjadi Zainab.
    Kemudian Zainab menikah dengan Zaid bin Haritsah, adalah seorang budak yang kemudian diangkat sebagai anak oleh Rasulullah shallallāhu ‘alayhi wa sallam. Sehingga orang-orang pun mengenalnya sebagai Zaid bin Muhammad. Tapi akhirnya aturan anak angkat dihapuskan. Maka Zaid kembali ke nasab ayahnya.
    Kemudian Rasulullah shallallāhu ‘alayhi wa sallam mendatangi Zainab dan meminta Zainab menikah kepada Zaid. Tetapi Zainab ingin menolak. Lalu turun firman Allah : Tidak pantas seorang mukmin atau mukminah, kalau sudah ada pilihan kemudian ingin memilih yang lain. Akhirnya Zainab yang bernasab tinggi menikah dengan Zaid yang hanya seorang budak. Ini merupakan bantahan bahwasanya nasab tinggi harus dengan nasab tinggi. Dan akhirnya suatu hari Zaid menceraikan Zainab, setelah itu baru Rasulullah shallallāhu ‘alayhi wa sallam menikahi Zainab.
    Hal itu untuk memperkuat bahwa anak angkat bukanlah anak. Dan bekas istri nya boleh dinikahi oleh Ayah angkatnya.
    Allah berkata : “Kami menikahkan engkau wahai Muhammad dengan Zainab.” Zainab merasa bangga menikah tanpa wali, tapi dia langsung dinikahkan oleh Allah.
    Zainab adalah orang yang sangat dermawan. Rasulullah shallallāhu ‘alayhi wa sallam pernah berkata : “Bahwa orang yang pertama kali menyusul ku meninggal adalah yang paling panjang tangannya”. Dan para istrinya sempat mengukur panjang tangan mereka bersama. Akan tetapi ternyata yang dimaksud Rasulullah shallallāhu ‘alayhi wa sallam panjang tangan adalah yang paling dermawan. Dan akhirnya Zainab lah yang lebih dulu wafat setelah Rasullah wafat.
    Zainab meninggal pada tahun 21H pada masa pemerintahan Umar bin al-Khaththab.

  1. Juwairiyyah bintu Al-Harits
    Juwairiyyah adalah anak dari pemimpin Bani Musthaliq. Ayahnya bernama Al-Harits bin Abu Dhirar. Beliau menjadi Ummahatul Mukminin seusai perang Muraisi’ yg terjadi pada th 5H. Pasukan muslimin berhasil mengalahkan pasukan Bani Musthaliq. Juwairiyyah awalnya berada di tangan Tsabit bin Qais, tapi ia merasa tidak nyaman, dan menyampaikan kepada Tsabit saya ingin melakukan Muqatabah, yaitu membeli dirinya sendiri. Maka beliau menemui Rasulullah shallallāhu ‘alayhi wa sallam untuk memberi bantuan. Dia berkata “Ya Rasulullah aku ingin ber Muqatabah akan tetapi aku tidak memiliki biaya, maka bantulah aku”. Rasulullah kemudian menawarkan untuk menjadikan beliau Ummahatul Mukminin dan membebaskan Juwairiyyah dan beliau menerima. Maka ia pun bersedia masuk Islam. Dan karena pernikahan itu 100 budak lain yang merupakan kerabat-kerabat Juwairiyyah dibebaskan oleh para sahabat Rasulullah shallallāhu ‘alayhi wa sallam. Sehingga ‘Aisyah berkata : “Tidak ada wanita yang lebih berkah untuk kerabatnya selain Juwairiyyah.”
    Beliau wafat pada bulan Rabi’ul awal tahun 56H pada masa pemerintahan Mu’awiyah bin Abi Sufyan.

  1. Shafiyyah bintu Huyay
    Shafiyyah menikah dengan Rasulullah shallallāhu ‘alayhi wa sallam di tahun 5H setelah perang Khandak. Beliau adalah putri dari bangsawan pemimpin Bani Nadhir, orang Yahudi dan berasal dari keturunan yang mulia keturunan Nabi Harun bin ‘Imran saudara Nabi Musa ‘Alaihisalam. Mereka tinggal di Kota Madinah dan akhirnya berkhianat bekerjasama dengan orang-orang Musriykin. Saat itu Madinah sedang diserang oleh 10.000 pasukan. Dan saat itu ada sekitar 1000 orang Yahudi yang memutuskan perjanjian damai dan berkhianat kepada Rasulullah.
    Akan tetapi Rasulullah shallallāhu ‘alayhi wa sallam berhasil mengalahkan 10.000 pasukan dan juga mengalahkan 1000 pasukan pengkhianat. Huyay pun wafat saat peperangan. Dan Shafiyyah menjadi tawanan.
    Shafiyyah terkenal cantik dan saat itu ditawan oleh Dihyah al-Kalbi sahabat Rasulullah shallallāhu ‘alayhi wa sallam. Kemudian sahabat lainnya berkata bahwa Dihyah tidak pantas mendapatkan tawanan Putri Raja. Rasulullah pun memanggil Dihyah dan meminta Shafiyyah. Rasulullah shallallāhu ‘alayhi wa sallam kemudian menikahi Shafiyyah dengan maharnya adalah dibebaskan dari budak.
    Awalnya Shafiyyah sangat membenci Rasulullah shallallāhu ‘alayhi wa sallam, karena Rasulullah telah membunuh ayahnya dan suami dan saudara-saudaranya. Akan tetapi dengan penuh kesabaran Rasulullah tetap mengayomi Shafiyyah, memperhatikannya dan akhirnya Rasulullah shallallāhu ‘alayhi wa sallam menjadi orang yang paling dicintai oleh Shafiyyah.
  1. Ummu Habibah Romlah bintu Abi Sofyan
    Sebelumnya Ummu Habibah adalah istri dari ‘Ubaidullah bin Jahsy. Beliau ikut suaminya hijrah ke Habasyah. Beliau adalah putri dari pemimpin Musyrikin Quraisy, Abu Sufyan Shakhr bin Harb. Beliau berasal dari Bani Umayyah. Abu Sufyan tidak suka keislaman mereka berdua.
    Suaminya meninggal di Habasyah. Ada khilaf di kalangan para Ulama apakah ‘Ubaidullah wafat dalam keadaan Nasrani atau dalam keadaan Muslim. Yang tepat adalah ‘Ubaidullah wafat dalam keadaan muslim.
    Saat itu kondisinya Rasulullah shallallāhu ‘alayhi wa sallam berada di Madinah. Dan Ummu Habibah berada di Habasyah.
    Rasulullah mendengar kondisi Ummu Habibah. Ummu Habibah dan putrinya jauh dari kerabat dan jauh keluarga. Hal ini membuat Rasulullah shallallāhu ‘alayhi wa sallam merasa tidak tega. Maka Rasulullah pun meminta tolong bantuan Raja Najassy untuk melamarkan Ummu Habibah. Dan menikah lah mereka dalam kondisi Rasulullah berada di Madinah sedang Al Ummu Habibah berada di Habasyah.
    Saat Rasulullah menjadikan Ummu Habibah sebagai salah satu Ummahatul Mukminin. Ini juga merupakan keuntungan bagi Rasulullah menikahi Shafiyyah karena ayahnya adalah pimpinan gembongnya orang-orang Quraisy. Ini pun yang akhirnya membuat Abu Sofyan masuk Islam pada tahun 8H. Allah berkata : bisa jadi Allah menimbulkan cinta kasih dari orang yang memusuhi kalian. Ini terbukti pada kisah Shafiyah. Dan beliau wafat pada tahun 44H.

  1. Maimunah bintu Al-Harits
    Maimunah adalah wanita terakhir yang dinikahi oleh Rasulullah shallallāhu ‘alayhi wa sallam, sekitar tahun 7H setelah Rasulullah melaksanakan Umrah.
    Maimunah juga merupakan saudari dari Lubbah al-Kubra istri dari Abbas bin ‘Abdul Muthalib paman nya Rasulullah.
    Maimunah juga bersaudara dengan Ibu nya Khalid bin Walid, maka ia merupakan bibinya Khalid bin Walid. Dan ini membuat Rasulullah shallallāhu ‘alayhi wa sallam menjadi semakin dekat dengan musuh-musuh beliau. Khalid bin Walid dahulu adalah musuh Rasulullah. Akan tetapi bibi nya masuk Islam, maka akhirnya Khalid pun masuk Islam. Maimunah wafat pada usia 80 atau 81 tahun.

Leave A Reply

Your email address will not be published.